Showing posts with label Hawa. Show all posts
Showing posts with label Hawa. Show all posts

February 21, 2010

Hawa 2

Dia tersengih sendirian. Leka memandang anak-anak kecil yang berkejaran di susur gajah menghala ke kampus utama. Biasalah, hari sabtu sememangnya ramai ahli keluarga yang datang melawat. Riuh, namun hatinya sedikit terhibur melihatkan bermacam gelagat mereka dari atas. Pandangan dari tingkat 5 segalanya nampak kecil di bawah, sekecil hatinya mungkin. Pandangan dilarikan ke hadapan dan ke atas pula, nun terbentang ciptaan Allah yang Maha Luas. Kalimat 'Subhanallah' terpacul keluar dari bibirnya, perlahan dia mengalun zikir ke hadrat Sang Pencipta. Tenang.

Dada langit tampak membiru gelap, mendung tak berawan, "Ya Allah, janganlah Kau turunkan hujan, hambaMu baru saje lepas menjemur kain tadi," getus hatinya. Namun apakan daya seorang hamba kerdil meminta sedemikian rupa, jika puting beliung sekalipun didatangkan, itu pasti sudah kehendakNya.


Allah SWT berfirman dalam Al-Quran:

Tidaklah kamu melihat bahwa Allah mengarak awan, kemudian mengumpulkan antara (bahagian-bahagian)nya, kemudian menjadikannya bertindih-tindih, maka kelihatanlah olehmu hujan keluar dari celah-celahnya dan Allah (juga) menurunkan (butiran-butiran) es dari langit, (yaitu) dari (gumpalan-gumpalan seperti) gunung-gunung, maka ditimpakan-Nya (butiran-butiran) es itu kepada sesiapa yang dikehendakiNya dan dipalingkanNya dari sesiapa yang dikehendakinya. Kilauan kilat awan itu hampir-hampir menghilangkan penglihatan.

(An Nuur : 43)

January 21, 2010

Hawa

Di kala sang bulan gah memerhati alam, ditemani si bintang-bintang mempersona gelitanya malam, menghiasi langit cakerawala yang kian suram, dalam kesamaran itu tampak syahdunya wajah insan menginsafi akan khilafnya yang silam, jemarinya rancak meratib butiran tasbih sedang alunan irama cinta berkumandang dibibir memuji-muji kebesaran Tuhannya... Tuhan sekalian alam.

Di sebalik tirai kamar hatinya, dia berbisik dan merintih ke hadrat Tuhan yang Maha Esa, "Adakah ini balasan MU kepadaku? Apakah ini yang selayaknya aku terima Ya Allah? Jika inilah dugaan MU bagi mematangkan diri ini, aku redha Ya Rabbi. Jika dengan dugaan ini membuatkanku tersedar, terima kasih Ya Tuhanku. Sesungguhnya hambaMu amat lemah dalam meniti gelora kehidupan yang penuh pancaroba, dalam melayari bahtera hidup yang Engkau amanahkan, dalam mendaki gunung kasihMu nan sayup tinggi. Bantulah diri ini dalam mencari sinar yang didambakan setiap insan, sinar kebenaran yang membawa ku terus menuju ke jalan Mu, Ya Rabbul 'Izzati."

LinkWithin

Related Posts with Thumbnails